pujisemesta
Boleh kutemani suka-dukamu?

Setan Dalam Bahaya

Jangan lupa, frekuensi yg memancar di setiap tubuh hingga sebabkan akibat, atau hukum gravitasi : apapun yg melekat dibumi bundar ini tak dpt sembunyi dari pengaruhnya, itu sbg pemahaman
standar yg terkunci dari investigasi krn wibawa agama begitu menyilaukan.

Itulah yg terjadi kini: analisa tentang
semua ciptaanNYA dianggap tidak sinkron dg
metafore kitab suci. Juga terlanjur Neraka Syurga
dianggap nama tempat, bukan metafor “keterangan
akibat” dari sistemik hukum-alam ciptaanNYA.

Kalimat pedagogi , Allah tidak pernah tidur, lebih melekatkan rasa takut kepadaNYA, tinimbang menyadari betul mekanisme sebab akibat krn hukum frekuensi, misalnya?.., celoteh sang profesor yg frustrasi karena juga dana risetnya di bonsai penguasa. “Rasa takut, dibawah tekanan, atau seperti memakai ‘kaca-mata kuda’, pada titik kecewa yang tertinggi, entah karena apa gitu, dapat memuai, luntur, atau berubah se-enaknya “, tambah sang profesor lagi.
( Lebih lengkap, Klik aja Judul berita, abis gitu halaman 2 dibawahnya .. )

Iklan

Laman: 1 2

Belum Ada Tanggapan to “Setan Dalam Bahaya”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: